Menambah Nama Suami

(Sumber : Konsultasi AgamaRepublika, Kamis, 7 April  2011 / 3 Jumadil Awal 1432)

Tanya:

Ustadz Bachtiar yang dirahmati Allah, setelah menikah, seorang wanita terkadang menambahkan nama suami di belakang namanya sendiri. Bagaimana hukumnya tentang hal ini? Mohon penjelasannya, terima kasih.

(Netty, Jakarta)

Jawaban :

Di dalam Islam, penambahan atau perubahan nama bukan hal yang dilarang, bahkan jika nama seseorang mengandung arti yang buruk dianjurkan untuk menggantinya dengan nama yang baik. Namun, jika nama tambahan berkaitan dengan nasab maka yang disunahkan adalah bukan dengan menambahkan nama suami di belakang nama istri, tapi dengan menggelari diri menjadi  ‘Ummu … ( nama anak pertama ). Menambahkan nama suami di belakang nama istri yang dapat dipahamai orang lain sebagai nama orang tua dikhawatirkan akan bertentangan dengan syariah Nabi Muhammad SAW.

Sa’ad ra mengatakan, ia mendengar Nabi SAW bersabda, “Barang siapa menasabkan diri kepada selain ayahnya padahal ia tahu bukan ayahnya maka surga haram baginya.” Maka, ia menyampaikan hadis ini kepada Abu Bakrah dan Abu Bakrah berkata, “Aku mendengarnya dengan kedua telingaku ini dan hatiku juga mencermati betul dari Rasulullah SAW.” (HR Bukhari – 6269). Wallahu a’lam bish-shawab.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s