Membangun Peradaban Alquran

(Sumber: Republika Online, Minggu, 19 Desember 2010)

Alquran, kitab suci umat Islam, adalah samudera ilmu yang tak akan habis untuk dieksplorasi. Sayangnya, sebagian besar umat Islam belum menjadikan Alquran sebagai panduan untuk membangun peradaban. Alquran masih menjadi pajangan, bukan pegangan hidup. Inilah yang membuat kondisi umat Islam menjadi terpuruk.

“Kita hanya bisa mendapatkan mutiara dari dasar laut kalau kita menyelaminya. Kita tak bisa mendapatkan mutiara-mutiara yang terkandung dalam Alquran kalau tidak menyelami maknanya,” ujar Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL), Ustaz Bactiar Nasir.

Untuk meraih mutiara yang terkandung dalam Alquran, alumnus Universitas Islam Madinah itu menawarkan metode Tadabur Quran.Tanpa banyak publikasi di media, selama beberapa tahun ini Ustaz menggelorakan semangat tadabur Alquran di Indonesia. Berikut petikan wawancara wartawan Republika, Damanhuri Zuhri, Heri Ruslan, dan fotografer Amin Madani tentang keutamaan Tadabur Alquran.

Apa tujuan Tadabbur?

Sebagai seorang Mukmin, kita tak memiliki pijakan selain Alquran untuk membangkitkan peradaban. Peradaban Alquran yang sedang kita bangun di Indonesia tak harus seperti di Arab. Peradaban itu sekumpulan kebudayaan. Kebudayaan itu sekumpulan tradisi. Tradisi itu sekumpulan selera. Semua itu bisa dimasuki Alquran. Sebuah negara di dalam Islam juga tidak harus monarki atau demokrasi karena Alquran sudah dilaksanakan sebelum negara itu ada. Jadi, secara garis besar, saya ingin membangkitkan peradaban Alquran di Indonesia, tentu yang tidak terpisah dengan kultur dan budayanya. Itulah yang coba kita lakukan.

Lalu apa yang dimaksud dengan tadabur itu?

Tadabur berasal dari kata dabbara, tadabbara, tadabburan, yang artinya “melihat sesuatu dari balik sesuatu”. Intinya, tadabur itu berarti menajamkan mata hati melihat dan mempelajari Alquran dan merenungkannya secara berulang-ulang agar tertangkap rahasia di balik makna. Makna di balik kata. Kira-kira begitu maknanya.Ayat-ayat Alquran itu penuh dengan simbol. Misalnya, kasus Nabi Khidir dan Nabi Musa.

 Kalau untuk sekarang, apa sih yang dimaksud dengan membocorkan perahu?

Itu kan simbol. Apa sih yang dimaksud dengan membunuh anak tak berdosa? Itu juga simbol. Banyak hal yang ada di Alquran yang bersifat simbol sehingga kita perlu mengetahui apa di balik itu semua. Apa maknanya? Apa hikmahnya?Apa yang bisa diperoleh umat dengan tadabur Alquran? Kita hanya bisa mendapatkan mutiara dari dasar laut kalau kita menyelaminya. Kita tak bisa mendapatkan mutiara-mutiara yang terkandung dalam Alquran kalau hanya membaca sekilas, seperti orang di tepi pantai menikmati pasir putih, debur ombak, angin sepoi-sepoi. Kalau seperti itu, tak mungkin bisa mendapatkan mutiara.Maka, kita harus menyelam dan mendalaminya. Jadi, tidak hanya sebatas membaca, menghapal huruf-hurufnya. Hal itu dijelaskan dalam Alquran, misalnya, dalam surah An-Nisa, “Apakah mereka tidak menadaburi Alquran. Kitab yang diturunkan kepadamu yang penuh keberkahan agar mereka menadaburi ayat-ayat Allah.” Tadabur itulah metode yang paling disukai Alquran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s