Tadabbur Al-Qur’an di Mega Mendung

Tanggal 19 April 2009, jama’ah haji Al Mabrur kembali mengadakan pengajian rutin. Kali ini pengajian dilaksanakan di luar kota, tepatnya di Pesantren Ar Rachman Quranic Collage, yang dipimpin oleh Ustadz H. Bachtiar Nasir LC. Lokasi pesantren ini terletak di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Inti pengajian yang disampaikan oleh Ustadz adalah kita diajak untuk mentadabburi Al Qur’an dengan pendekatan alam. Mengapa hal ini menjadi inti pengajian, karena alam semesta dapat dikatakan alam semesta pada dasarnya sangat bersesuaian dengan apa yang tertulis di dalam Al Qur’an, dalam arti bahwa Al Qur’an adalah ayat-ayat yang tertulis, sementara alam semesta adalah ayat-ayat dari Allah yang tidak tertulis, yang jika digali secara mendalam. Sebagaimana Surat Ali Imran ayat 190 – 191 :

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Yaa Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

Allah menciptakan alam semesta ini sangat bertautan dengan ayat-ayat yang tertulis di dalam Al Qur’an, dan oleh sebab itu kita diajak untuk lebih dekat dengan Allah dengan mengetahui dan memperhatikan perbuatan Allah, dalam hal ini Allah dapat dikatakan menyayangi, mencintai, memberikan pelajaran, sedang marah atau sedang memuliakan makhluknya, dapat dilihat dari apa yang diperbuatnya.

Suatu peristiwa kemungkinan akan menjadi satu kesatuan dari kelima hal tersebut di atas, dan atau dapat terpisah-pisah sesuai dengan kehendaknya. Sebagai contoh, gunung akan meletus ditandai dengan adanya gempa bumi, peningkatan suhu mata air atau bahkan mata air menjadi berhenti, adalah suatu pembelajaran agar manusia segera menghindar dari mara bahaya, di lain sisi meletusnya gunung dapat dianggap bahwa Allah sedang marah, dan pada akhirnya, lahar yang keluar menjadikan suburnya tanah sebagai rahmat dari Allah.

This entry was posted in AKTIVITAS. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s